Langsung ke konten utama

Fakta vs Mitos: Benarkah Scaling Merusak Gigi?

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare 
Mei 03, 2026

Fakta vs Mitos: Benarkah Scaling Merusak Gigi? Simak 5 Kesalahpahaman Umum Ini!

Seringkali, niat untuk pergi ke dokter gigi terhalang oleh cerita-cerita "seram" yang beredar di masyarakat. Mulai dari takut gigi menjadi tipis hingga anggapan bahwa cabut gigi bisa memengaruhi saraf mata. Namun, apakah hal tersebut didukung oleh penjelasan medis, atau hanya sekadar mitos belaka?

Mari kita bedah 5 mitos kesehatan gigi yang paling sering dipercaya agar Anda tidak lagi ragu menjaga kesehatan mulut.

1. Mitos: Scaling (Pembersihan Karang) Membuat Gigi Menipis dan Goyang

Faktanya: Alat ultrasonic scaler bekerja dengan getaran untuk merontokkan karang gigi, bukan mengikis lapisan email gigi. Gigi yang terasa "longgar" atau sensitif setelah scaling biasanya terjadi karena karang gigi yang sebelumnya menumpuk sudah sangat tebal hingga menutupi celah antar gigi atau penurunan gusi. Setelah karang dibersihkan, gusi yang tadinya meradang memerlukan waktu untuk pulih. Justru jika dibiarkan, karang gigi akan menyebabkan gigi lepas dengan sendirinya.

2. Mitos: Mencabut Gigi Atas Bisa Merusak Saraf Mata

Faktanya: Ini adalah salah satu mitos paling populer namun secara anatomis tidak akurat. Saraf yang mengatur penglihatan (saraf optik) berbeda dengan saraf yang menyuplai gigi geligi (saraf trigeminal). Pencabutan gigi atas yang dilakukan sesuai prosedur oleh dokter gigi profesional tidak akan mengganggu fungsi penglihatan Anda.

3. Mitos: Menyikat Gigi Lebih Keras Berarti Lebih Bersih

Faktanya: Menyikat gigi dengan tekanan berlebih justru merusak! Tekanan yang terlalu kuat dapat menyebabkan abrasi gigi, yaitu terkikisnya lapisan pelindung gigi (email) dan penurunan gusi. Akibatnya, gigi akan menjadi sangat sensitif terhadap suhu dingin atau panas. Gunakan gerakan melingkar yang lembut dan pilihlah bulu sikat yang halus (soft).

4. Mitos: Jika Tidak Ada Rasa Sakit, Berarti Gigi Sehat

Faktanya: Kerusakan gigi sering kali bersifat "diam-diam" (silent killer). Lubang kecil atau radang gusi tahap awal biasanya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Nyeri hebat biasanya baru muncul saat kerusakan sudah mencapai saraf gigi (pulpa). Melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan membantu mendeteksi masalah sebelum rasa sakit—dan biaya perawatan yang mahal—muncul.

5. Mitos: Menggunakan Garam atau Arang Kayu Bisa Memutihkan Gigi Secara Instan

Faktanya: Kedua bahan ini bersifat sangat abrasif. Meskipun mungkin terlihat sedikit lebih putih di awal karena noda permukaan terkikis, penggunaan garam atau arang kayu (charcoal) dalam jangka panjang akan merusak lapisan email. Begitu email menipis, lapisan dalam gigi yang berwarna lebih kuning (dentin) justru akan lebih terlihat, membuat gigi tampak semakin kusam.


Kesimpulan

Kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang yang memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan biarkan mitos yang tidak berdasar menghalangi Anda untuk mendapatkan senyum yang sehat dan percaya diri.

Sudahkah Anda menjadwalkan kunjungan ke dokter gigi tahun ini? Ingat, mencegah selalu lebih nyaman daripada mengobati.

No Reservasi : 0878 7055 6161

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter gigi Mesemanis

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare  Mesemanis adalah Praktik bersama Dokter gigi   yang memberikan pengalaman dan pelayanan terbaik, dengan lebih dari 1000+ review Bintang 5 (🌟🌟🌟🌟🌟) di Google Sakit gigi ingin diobati tak perlu harus antri karena kami menggunakan sistem reservasi. Atur jadwal sesuka kamu ya, karena kami selalu buka setiap hari mulai jam 09.00-20.00 WIB. Alamat : Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi Lawang No Reservasi : 0878 7055 6161 Follow kami di Instagram, Tiktok dan Youtube   

Gigi Anak Belum Goyang Tapi Sudah Tumbuh Gigi Baru ? Ini yang perlu dilakukan !

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare April 15, 2025  Gigi Anak Belum Goyang Tapi Sudah Tumbuh Gigi Baru ?  Ini yang perlu dilakukan ! Umum dijumpai fenomena gigi anak yang belum goyang tetapi sudah tumbuh gigi baru.  Keadaan ini biasa disebut dengan PERSISTENSI.  Apa itu Persistensi Gigi? P ersistensi gigi adalah saat gigi susu nggak copot tepat waktu , padahal gigi tetap udah waktunya tumbuh. Alhasil, gigi tetap tumbuh berdampingan atau di belakang/depannya gigi susu yang belum tanggal. Gigi pun jadi tumbuh dua lapis. Bayangin aja kayak kamu punya dua orang duduk di satu kursi—pasti sempit, nggak nyaman, dan bikin berdesakan. Nah, begitu juga di mulut kita. Kenapa Bisa Terjadi? Akar gigi susu belum larut sempurna , jadi giginya nggak copot. Gigi tetap tumbuhnya melenceng dari jalurnya, jadi nggak bisa mendorong gigi susu keluar. Kadang juga karena rahangnya sempit , gigi tetap kesulitan cari tempat buat tumbuh. Atau memang ada gangguan perkembangan gigi...

Pasang Behel di Satu Rahang, Emang Boleh?

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare  Oktober 07, 2025  "Dok, boleh nggak si pasang behel satu rahang aja?" "Wah, tidak disarankan. Sebaiknya tetap pasang atas bawah ya." Pemasangan Behel di Satu Rahang, membuat :  1. Gigitan tidak seimbang  2. Gigi geraham tidak saling berkontak  Memicu rasa tidak nyaman saat mengunyah  3. Timbul masalah pada sendi rahang Jadi, sebaiknya... Konsultasikan dengan Dokter Gigi sebelum pasang behel  Alamat :  Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi, Lawang No Reservasi :  0878 7055 6161 Follow kami di  Instagram, Tiktok dan Youtube