Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare
Apr 08, 2026
Celah Gigi (Diastema) : Penyebab dan Solusi Perawatannya
Gigi tidak selalu tumbuh rapat berdampingan dan berjajar rapi, ada kalanya gigi memiliki celah renggang satu sama lain. Gigi renggang atau celah pada gigi merupakan hal yang umum ditemukan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Celah gigi dapat terjadi di regio mana saja, namun lebih terlihat apabila terdapat di antara dua gigi depan atas.
Temukan penjelasan selengkapnya mengenai apa itu gigi renggang, penyebab, jenis-jenis, dan perawatan gigi terbaik untuk mengatasinya dalam artikel berikut!
Apa itu Gigi Renggang/Celah Gigi?
Gigi renggang dikenal juga dengan istilah diastema, merupakan kondisi di mana terdapat jarak atau celah antara gigi yang melebihi batas normal. Jika celah lebih lebar dari 0,5 mm maka dapat dikatakan sebagai diastema. Ukuran celah dapat bervariasi, ada yang kecil dan hampir tak terlihat, namun ada juga yang besar sehingga dapat mengganggu fungsi dan penampilan.
Diastema umum terjadi pada anak-anak, dan biasanya celah di antara gigi dapat tertutup kembali setelah gigi dewasa (permanen) tumbuh.
Kondisi gigi renggang ini dikategorikan sebagai kondisi gigi yang normal dan tidak berbahaya. Namun demikian, bagi sebagian orang hal ini cukup mengganggu penampilan dan kepercayaan diri.
Penyebab Diastema
Ada banyak kemungkinan yang mendasari seseorang memiliki gigi renggang atau diastema, antara lain keberadaan frenulum di mulut dan juga faktor-faktor lainnya. Berikut penjelasan selengkapnya:
Frenulum Labialis
Frenulum adalah sejenis jaringan penghubung yang sangat tipis yang menghubungkan dua struktur yaitu mukosa bibir dan gusi. Frenulum labialis ini biasanya terletak pada gusi, tepatnya di antara dua gigi atas depan. Jika posisi frenulum terlalu panjang, maka akan memisahkan dua gigi depan sehingga menimbulkan celah antara gigi.
Penyakit Gusi
Celah pada gigi dapat terbentuk karena adanya penyakit gusi yang menyebabkan infeksi serta peradangan pada gusi dan jaringan penyangga gigi. Akibatnya gusi menjadi kendur dan gigi renggang, serta dapat mengakibatkan gigi tanggal dan akan muncul celah gigi yang lebih lebar.
Gigi Tanggal
Ketika gigi tanggal, akan tercipta ruang yang lebar antara gigi satu dengan gigi di sebelahnya. Jika gigi tersebut merupakan gigi permanen, maka gigi tidak akan tumbuh lagi. Sedangkan jika yang tanggal adalah gigi susu, maka celah tersebut bisa tertutup karena akan tumbuh gigi baru.
Ukuran Rahang dan Gigi
Ketidaksesuaian ukuran rahang dan gigi, seperti rahang normal namun gigi kecil, atau ukuran gigi normal namun tulang rahang terlalu besar dapat mengakibatkan gigi renggang.
Refleks Menelan yang Salah
Saat menelan, posisi lidah seharusnya berada di langit-langit mulut. Namun terkadang beberapa orang refleks mendorong lidah mereka ke gigi depan ketika menelan. Dorongan lidah itulah yang mengakibatkan gigi mendapat tekanan berlebih dan akhirnya menyebabkan gigi renggang.
Jenis-Jenis Diastema
Diastema dapat diklasifikasikan berdasarkan banyaknya celah yang ada di antara gigi geligi.
Single Diastema
Seperti namanya, single diastema ini merupakan kondisi di mana celah hanya terdapat pada satu lokasi di rongga mulut.
Multiple Diastema
Jenis yang kedua adalah multiple diastema, jenis diastema yang terletak pada dua atau lebih lokasi gigi geligi di rongga mulut.
Central Diastema
Subtipe dari diastema selanjutnya adalah central diastema. Ini merupakan diastema yang terbentuk di bagian tengah gigi depan atas.
Mandibular Diastema
Jika central diastema letak celah giginya berada di gigi depan atas, maka mandibular diastema sebaliknya. Letak celah gigi terletak di bagian tengah gigi depan bawah. Jenis ini lebih jarang terjadi dan biasanya disebabkan oleh kombinasi variabel seperti cedera, genetik, dan lainnya.
Mengatasi Gigi Renggang
Bagaimana cara mengatasi gigi renggang? Terdapat beberapa solusi yang secara bertahap bisa menyelaraskan gigi dan menutup celah gigi yang ada.
Behel/Kawat Gigi
Pemasangan kawat gigi adalah salah satu perawatan gigi yang sangat direkomendasikan untuk gigi renggang. Behel berfungsi untuk merapikan gigi yang berantakan dan memperbaiki posisi gigi.Tekanan yang diberikan oleh kawat gigi akan membuat celah gigi perlahan menutup.
Veneer
Anda juga bisa menutup celah pada gigi dengan veneer, baik veneer komposit maupun veneer porcelain. Veneer adalah lapisan atau cangkang tipis yang bisa dipasang dan disesuaikan untuk menutup ruang antar gigi yang renggang.
Dental Bridge
Bridge digunakan untuk mengisi kekosongan gigi yang hilang. Ini akan sangat cocok untuk mengatasi gigi renggang yang diakibatkan oleh tanggalnya gigi. Pemasangan dental bridge ini membutuhkan bantuan dari dua gigi sehat di kedua sisi celah dan 1 gigi pengganti/tiruan. Kedua gigi di sisi celah tersebut digunakan sebagai jangkar bagi 1 gigi pengganti.
Implant Gigi
Hampir sama dengan bridge, implant gigi juga digunakan untuk menutup celah gigi renggang akibat gigi yang tanggal. Bedanya, pada implant gigi, gigi permanen akan dipasang dengan bantuan akar pengganti dari besi titanium yang ditanam di dalam tulang rahang. Pada perawatan ini, mahkota gigi di kedua sisi celah tidak dijadikan sebagai jangkar penghubung, sehingga tidak perlu dilakukan pengasahan terhadap gigi tersebut.
Frenektomi
Salah satu penyebab gigi renggang adalah frenulum. Tindakan frenektomi ini merupakan prosedur pemisahan atau pemotongan jaringan frenulum. Umumnya, prosedur ini dikombinasikan dengan prosedur estetika gigi, seperti veneer.
Kondisi gigi renggang merupakan hal yang cukup umum terjadi pada banyak orang. Penyebab dan cara mengatasinya pun cukup bervariasi. Beberapa perawatan di atas mungkin bisa jadi pilihan terbaik untuk menutup celah pada gigi dan mengatasi diastema.
Mesemanis Dentalcare menawarkan solusi untuk membantu menutup kembali celah gigi renggang. Semua perawatan di atas dilakukan oleh dokter gigi umum profesional, seperti untuk pemasangan behel, memastikan Anda mendapatkan pengalaman perawatan yang nyaman dengan hasil maksimal.

Komentar
Posting Komentar