Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare
Apr 01, 2026
Apr 01, 2026
Alkohol Menyebabkan Kerusakan Gigi? Kok Bisa?
Kandungan alkohol bisa merusak gigi? Jawabannya karena alkohol memiliki kandungan zat yang berbahaya untuk gigi. Diantaranya adalah :
1. Zat Etanol
Ini adalah zat utama pada alkohol yang bisa merusak gigi. Etanol tercipta dari hasil fermentasi alami pada minuman beralkohol. Zat ini memiliki sifat asam, tidak berwarna, mudah menguap, dan mudah terbakar. Sifat asam inilah yang menjadi penyebab kerusakan gigi.
2. Kandungan Gula
Minuman beralkohol dimetabolisme menjadi gula, mengandung gula tambahan yang tinggi. Kandungan gula inilah yang menjadi makanan utama bagi bakteri untuk membentuk plak yang dapat merusak gigi.
3. Tanin
Zat tanin pada alkohol tidak secara signifikan menimbulkan kerusakan struktur gigi. Zat ini bisa menempel pada gigi dan menarik pigmen pewarna, sehingga menyebabkan perubahan warna gigi.
Pengaruh Alkohol terhadap Kesehatan Gigi
Jenis minuman keras yang satu ini memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan gigi. Ada banyak masalah yang ditimbulkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Berikut beberapa pengaruh alkohol terhadap kesehatan gigi :
1. Erosi Gigi
Alkohol dapat menyebabkan erosi pada gigi. Zat asam yang terkandung di dalam alkohol perlahan-lahan mengikis enamel pada gigi. Membuatnya semakin tipis dan menyebabkan gigi sensitif
2. Gigi Berlubang
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, pengaruh alkohol terhadap kerusakan gigi berlubang dimulai dari erosi gigi. Selain itu, frekuensi dan kuantitas konsumsi alkohol yang tinggi dapat menarik bakteri, hal ini disebabkan karena alkohol dimetabolisme menjadi gula. Saat gula menumpuk, bakteri kian berkembang dengan cepat, menumpuk plak, dan menyebabkan gigi berlubang.
3. Infeksi Gusi
Alkohol dan penyakit gusi saling berkaitan karena alkohol berlebih bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi dan peradangan gusi. Penyakit seperti periodontitis atau yang juga disebut penyakit gusi adalah salah satu efek jangka panjang pengkonsumsian alkohol. Tanda-tanda kerusakan gusi akibat alkohol meliputi, pembengkakan, bau mulut yang tak kunjung hilang, hingga resesi gusi. Hal ini akan semakin parah jika konsumsi alkohol dibarengi dengan konsumsi gula berlebih.
4. Meningkatkan Kanker Mulut
Konsumsi alkohol yang dibarengi dengan penggunaan tembakau (rokok) bisa menjadi faktor risiko kanker mulut dan orofaring secara eksponensial. Kandungan etanol pada alkohol terurai atau dioksidasi menjadi asetaldehida, senyawa toksik dan karsinogenik yang merusak DNA dan sel mulut, serta dapat menyebabkan kanker. Untuk ciri-ciri kanker mulut tahap awal sendiri adalah sariawan yang tak kunjung sembuh, sakit tenggorokan terus menerus, muncul bercak putih atau merah di area gusi. Segera hentikan kebiasaan minum alkohol jika mengalami tanda-tanda tersebut, temui dokter untuk melakukan pemeriksaan yang komprehensif.
4. Mulut Kering
Ini yang paling sering terjadi. Kaitan langsung pengaruh alkohol terhadap kesehatan gigi juga bisa dilihat dari sini. Alkohol bersifat diuretik, bisa menyebabkan dehidrasi, dan membuat produksi air liur berkurang, sehingga mulut menjadi lebih kering (xerostomia). Ketika mulut kering, bakteri lebih cepat berkembang karena tidak adanya cukup air liur untuk membilas bakteri secara alami. Bakteri yang menempel di gigi bisa makin menumpuk, menyebabkan gigi rusak. Selain itu, mulut kering juga bisa mengiritasi jaringan lunak di mulut dan menyebabkan bau mulut.
5. Diskolorisasi Gigi
Sama seperti rokok, alkohol juga bisa membuat gigi berubah warna menjadi kuning kecoklatan atau menghitam. Hal ini dikarenakan alkohol, seperti anggur merah, bir hitam, dan koktail mengandung zat tanin dan kromogen yang merupakan pigmen warna yang kuat dan menempel pada gigi. Tingkat keasaman pada alkohol juga berpengaruh pada penipisan email yang membuat dentin terekspos sehingga bisa membuat gigi berwarna kuning.
Bijaksana dalam Konsumsi Alkohol
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, minum alkohol berlebih bisa memengaruhi kesehatan gigi. Maka dari itu, minumlah alkohol secara bertanggung jawab dan secukupnya, jika memiliki kecanduan alkohol konsultasikan dengan dokter atau dokter gigi untuk mendapat bantuan.

Komentar
Posting Komentar