Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare
Agustus 11, 2025
Kenapa Perawatan Gigi Jadi Mahal Kalau Sudah Terlanjur Rusak?
Banyak orang menunda pergi ke dokter gigi karena merasa “ah, masih sakit sedikit, nanti juga sembuh” atau “nanti aja kalau sudah parah sekalian”.
Padahal, semakin lama ditunda, kerusakan gigi biasanya semakin parah dan biaya perawatannya pun ikut membengkak.
Yuk, kita bahas kenapa bisa begitu.
1. Masalah Kecil Jadi Masalah Besar
Kerusakan gigi biasanya dimulai dari hal sederhana, seperti lubang kecil atau plak yang menumpuk.
Kalau diatasi cepat, cukup dengan tambalan sederhana atau scaling yang biayanya relatif terjangkau.
Tapi kalau dibiarkan, lubang bisa makin besar dan mencapai lapisan saraf. Akhirnya, dokter harus melakukan perawatan saluran akar yang harganya bisa 5–10 kali lipat lebih mahal dari tambalan biasa.
2. Kerusakan Bisa Menyebar
Satu gigi yang rusak parah tidak hanya bermasalah sendiri.
Infeksi bisa menjalar ke gusi, tulang rahang, bahkan ke gigi sebelahnya.
Jika sudah begini, perawatan jadi berlipat ganda: membersihkan infeksi, mengobati gigi yang terdampak, bahkan kadang perlu tindakan bedah kecil.
3. Perlu Prosedur Lanjutan dan Penggantian Gigi
Kalau gigi sudah tidak bisa diselamatkan, dokter biasanya akan mencabutnya.
Masalahnya, kehilangan gigi bisa mengganggu fungsi mengunyah dan estetika, sehingga perlu diganti dengan:
Gigi palsu lepasan (lebih murah, tapi butuh perawatan rutin)
Bridge (permanen, tapi melibatkan gigi sebelahnya)
Implan gigi (nyaman dan awet, tapi biayanya paling tinggi)
Semua prosedur ini jauh lebih mahal dibanding merawat gigi sejak awal.
4. Lebih Banyak Kunjungan, Lebih Banyak Biaya
Gigi yang rusak parah jarang bisa selesai dalam satu kali perawatan.
Perawatan saluran akar, pemasangan crown, atau implan bisa membutuhkan beberapa kali kunjungan.
Setiap kunjungan berarti ada biaya jasa dokter, penggunaan alat, dan bahan medis tambahan.
Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Perawatan gigi yang mahal sering kali bukan karena tarif dokter gigi yang tinggi, tetapi karena kerusakan sudah terlanjur parah.
Kalau ditangani sejak awal, perawatan jauh lebih sederhana, cepat, dan ramah di kantong.
Jadi, jangan tunggu sampai sakit luar biasa baru datang ke dokter gigi.
Lakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali demi gigi sehat, senyum percaya diri, dan dompet yang aman.

Komentar
Posting Komentar