Langsung ke konten utama

Gigi yang Mati Apa Masih Bisa Diselamatkan?

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare 

Desember 13, 2024

Gigi yang Mati Apa Masih Bisa Diselamatkan? 

Gigi yang mati, atau lebih tepatnya gigi yang sudah mengalami kematian saraf (pulpitis) karena cedera atau infeksi, masih bisa diselamatkan dalam banyak kasus, tergantung pada tingkat kerusakan yang terjadi.

Jika gigi mati karena infeksi atau trauma, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya :


  1. Perawatan Saluran Akar (Root Canal Treatment): Jika saraf gigi mati, dokter gigi dapat melakukan perawatan saluran akar. Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan jaringan saraf yang sudah mati atau terinfeksi dan membersihkan saluran akar gigi. Setelah itu, saluran akar akan diisi dengan bahan pengisi khusus untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

  2. Penambalan atau Pemulihan Gigi: Setelah perawatan saluran akar, gigi dapat dipulihkan dengan penambalan atau mahkota (crown) untuk mengembalikan fungsinya.


Namun, jika kerusakan pada gigi sudah terlalu parah, misalnya jika infeksi telah menyebar luas atau gigi hancur, maka gigi tersebut mungkin tidak bisa diselamatkan dan perlu dicabut.

Segera cek ke Dokter Gigi ya, agar tahu kondisi gigimu!😊


Alamat : Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi, Lawang
No Reservasi : 0878 7055 6161
Follow kami di Instagram, Tiktok dan Youtube 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter gigi Mesemanis

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare  Mesemanis adalah Praktik bersama Dokter gigi   yang memberikan pengalaman dan pelayanan terbaik, dengan lebih dari 1000+ review Bintang 5 (🌟🌟🌟🌟🌟) di Google Sakit gigi ingin diobati tak perlu harus antri karena kami menggunakan sistem reservasi. Atur jadwal sesuka kamu ya, karena kami selalu buka setiap hari mulai jam 09.00-20.00 WIB. Alamat : Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi Lawang No Reservasi : 0878 7055 6161 Follow kami di Instagram, Tiktok dan Youtube   

Gigi Anak Belum Goyang Tapi Sudah Tumbuh Gigi Baru ? Ini yang perlu dilakukan !

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare April 15, 2025  Gigi Anak Belum Goyang Tapi Sudah Tumbuh Gigi Baru ?  Ini yang perlu dilakukan ! Umum dijumpai fenomena gigi anak yang belum goyang tetapi sudah tumbuh gigi baru.  Keadaan ini biasa disebut dengan PERSISTENSI.  Apa itu Persistensi Gigi? P ersistensi gigi adalah saat gigi susu nggak copot tepat waktu , padahal gigi tetap udah waktunya tumbuh. Alhasil, gigi tetap tumbuh berdampingan atau di belakang/depannya gigi susu yang belum tanggal. Gigi pun jadi tumbuh dua lapis. Bayangin aja kayak kamu punya dua orang duduk di satu kursi—pasti sempit, nggak nyaman, dan bikin berdesakan. Nah, begitu juga di mulut kita. Kenapa Bisa Terjadi? Akar gigi susu belum larut sempurna , jadi giginya nggak copot. Gigi tetap tumbuhnya melenceng dari jalurnya, jadi nggak bisa mendorong gigi susu keluar. Kadang juga karena rahangnya sempit , gigi tetap kesulitan cari tempat buat tumbuh. Atau memang ada gangguan perkembangan gigi...

Masih muncul gigi geraham di umur 30 tahun?

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare Juni 16, 2025  Masih muncul gigi geraham di umur 30 tahun?  - Gigi sebelahnya terdorong dan bikin berlubang - Kesulitan mengunyah - Keluarnya nanah dari gusi - Nyeri ke area telinga  - Gusi bengkak dan meradang Gigi bungsu tumbuh pada kebanyakan orang yang berumur 17-25 tahun . Tapi, setiap orang berbeda • Ada yang tumbuh lebih awal di usia 16 tahun • Ada yang tumbuh lebih lambat, bahkan di usia 20-an • Ada juga yang tidak tumbuh sama sekali (gigi bungsunya memang tidak terbentuk)  Solusi awalnya apa ya?  Ini langkah awal. Dokter gigi akan melihat posisi dan arah tumbuhnya gigi bungsu melalui rontgen panoramic, dan juga pemberian obat jika ada keluhan nyeri.  Kapan harus segera ke dokter?  Kalau dari hasil rontgen , gigi bungsu tumbuh miring, terpendam, atau menyebabkan komplikasi lain hingga nyeri hebat yang hilang timbul, pencabutan adalah solusi utama dan permanen , yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut....