Langsung ke konten utama

Masalah yang sering terjadi pada gigi

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare

November 08, 2024 

Masalah yang sering terjadi pada gigi :

  1. Gigi Berlubang (Karies Gigi)
    Karies gigi terjadi ketika plak yang mengandung bakteri menempel pada permukaan gigi dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi berlubang yang jika tidak diobati dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius.

  2. Penyakit Gusi (Gingivitis dan Periodontitis)
    Penyakit gusi disebabkan oleh penumpukan plak di sekitar gigi dan gusi. Gingivitis adalah bentuk awal dari penyakit gusi yang menyebabkan gusi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi periodontitis yang lebih parah dan dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan gusi serta kehilangan gigi.

  3. Sensitivitas Gigi
    Sensitivitas gigi terjadi ketika lapisan pelindung gigi (enamel) terkikis, sehingga lapisan dalam gigi (dentin) yang lebih sensitif terpapar. Hal ini menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan saat mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, atau manis.

  4. Gigi Berkeriput atau Gigi Retak
    Gigi bisa mengalami kerusakan seperti retakan atau keriput karena trauma fisik, gigi yang sangat aus, atau kebiasaan buruk seperti menggigit benda keras. Ini bisa menyebabkan rasa sakit dan meningkatkan risiko infeksi.

  5. Gigi Tumbuh Tidak Rata (Gigi Tertumbuh atau Impaksi)
    Gigi geraham bungsu (gigi molar ketiga) sering kali tumbuh dengan cara yang tidak normal, sehingga menyebabkannya impaksi atau terhalang. Gigi impaksi dapat menimbulkan rasa sakit, infeksi, dan masalah pada gigi lainnya.

  6. Plak dan Karang Gigi
    Plak adalah lapisan tipis bakteri yang terbentuk di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak ini bisa mengeras menjadi karang gigi, yang hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi. Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi dan meningkatkan risiko penyakit gusi.

  7. Gigi Gemeretak (Bruxism)
    Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur atau dalam keadaan stres disebut bruxism. Ini dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, sakit kepala, dan ketegangan pada otot rahang.

  8. Kebersihan Gigi yang Buruk
    Kebersihan gigi yang tidak terjaga dengan baik, seperti jarang menyikat gigi atau tidak menggunakan benang gigi, bisa menyebabkan penumpukan plak, karies, dan masalah gusi.

  9. Penyakit Gigi dan Mulut karena Gaya Hidup
    Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi makanan atau minuman manis berlebihan, dan konsumsi alkohol juga dapat memperburuk kesehatan gigi dan mulut. Merokok, misalnya, dapat menyebabkan penyakit gusi, gigi kuning, dan bau mulut.

Penting untuk menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi secara teratur, menggunakan benang gigi, menghindari makanan yang dapat merusak gigi, serta memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi untuk mencegah dan mengatasi masalah gigi sebelum berkembang lebih lanjut.

 See u di artikel berikutnya :) 


Alamat : Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi, Lawang
No Reservasi : 0878 7055 6161
Follow kami di Instagram, Tiktok dan Youtube 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter gigi Mesemanis

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare  Mesemanis adalah Praktik bersama Dokter gigi   yang memberikan pengalaman dan pelayanan terbaik, dengan lebih dari 1000+ review Bintang 5 (🌟🌟🌟🌟🌟) di Google Sakit gigi ingin diobati tak perlu harus antri karena kami menggunakan sistem reservasi. Atur jadwal sesuka kamu ya, karena kami selalu buka setiap hari mulai jam 09.00-20.00 WIB. Alamat : Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi Lawang No Reservasi : 0878 7055 6161 Follow kami di Instagram, Tiktok dan Youtube   

Gigi Anak Belum Goyang Tapi Sudah Tumbuh Gigi Baru ? Ini yang perlu dilakukan !

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare April 15, 2025  Gigi Anak Belum Goyang Tapi Sudah Tumbuh Gigi Baru ?  Ini yang perlu dilakukan ! Umum dijumpai fenomena gigi anak yang belum goyang tetapi sudah tumbuh gigi baru.  Keadaan ini biasa disebut dengan PERSISTENSI.  Apa itu Persistensi Gigi? P ersistensi gigi adalah saat gigi susu nggak copot tepat waktu , padahal gigi tetap udah waktunya tumbuh. Alhasil, gigi tetap tumbuh berdampingan atau di belakang/depannya gigi susu yang belum tanggal. Gigi pun jadi tumbuh dua lapis. Bayangin aja kayak kamu punya dua orang duduk di satu kursi—pasti sempit, nggak nyaman, dan bikin berdesakan. Nah, begitu juga di mulut kita. Kenapa Bisa Terjadi? Akar gigi susu belum larut sempurna , jadi giginya nggak copot. Gigi tetap tumbuhnya melenceng dari jalurnya, jadi nggak bisa mendorong gigi susu keluar. Kadang juga karena rahangnya sempit , gigi tetap kesulitan cari tempat buat tumbuh. Atau memang ada gangguan perkembangan gigi...

Pertanyaan yang wajib kamu tanyain ke Dokter Gigi saat akan perawatan behel ?

Dokter Gigi Mesemanis Dentalcare  Maret 26, 2025  CATAT YUK !  Kamu yang berencana konsultasi atau pasang behel dalam waktu dekat. Ini dia daftar pertanyaan yang wajib kamu tanyain ke Dokter Gigi.  01. Apa efek samping perawatan orthodonti ?  02. Gimana cara membersihkan rongga mulut saat pakai behel ?  03. Apa aja pantangan dan anjuran selama pakai behel ?  04. Kapan jadwal kontrol rutin ?  05. Apa aja hal yang harus dilakukan saat kondisi darurat ?  Dengan senang hati Dokter Gigi Mesemanis akan menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan kamu dengan terperinci.  Alamat :  Jalan Kalianyar Selatan No 73 Sidodadi, Lawang No Reservasi :  0878 7055 6161 Follow kami di  Instagram, Tiktok dan Youtube